Bagi masyarakat adat, satu tahun aksi
Indigenous

Bagi masyarakat adat, satu tahun aksi

Alam mengalami pasang surut pada tahun 2019, dan Conservation News hadir untuk itu semua. Bulan ini, kami meninjau kembali beberapa cerita dan masalah paling menarik dan signifikan yang kami bahas di tahun lalu.

Masyarakat adat hanya merupakan 5 persen dari populasi global, tetapi mereka mengelola lebih dari seperempat dari seluruh daratan di Bumi — dan tidak ada cara untuk menghentikan kerusakan iklim jika masyarakat adat tidak dimasukkan dalam konservasi. Berikut adalah beberapa kisah kami yang paling banyak dibaca di tahun 2019 yang menyoroti pentingnya masyarakat adat dalam melindungi alam.

Perempuan pribumi sangat terpengaruh oleh kerusakan iklim — dan merupakan sekutu penting dalam misi untuk menghentikannya. Dari Guyana Prancis hingga Kolombia, pejuang iklim perempuan berjuang untuk melindungi alam yang mendukung tanah mereka. Inilah tiga kisah mereka.

Masyarakat adat melindungi hutan Bumi, lautan dan satwa liar, dan bekerja untuk menghentikan perubahan iklim. Namun mereka sebagian besar telah diabaikan karena tanah mereka — dan hak-hak mereka — telah dilucuti. Pada konferensi lingkungan besar awal tahun ini, banyak pemimpin sepakat bahwa inilah saatnya untuk “kolaborasi radikal” yang mengangkat hak dan peran masyarakat adat dunia.

Di Papua Nugini, sekelompok perempuan adat berjuang untuk melindungi hutan yang mereka andalkan — dan menjungkirbalikkan peran gender tradisional dalam prosesnya. Upaya konservasi mereka telah membatasi penebangan berlebihan di daerah tersebut dan menyebabkan ekonomi suku mereka lebih stabil. Hari ini, para wanita tidak hanya memiliki kursi di meja – mereka mendorong upaya konservasi seluruh suku mereka.

Kiley Price adalah staf penulis di Conservation International. Ingin membaca lebih banyak cerita seperti ini? Daftar untuk mendapatkan pembaruan email di sini. Donasi ke Conservation International di sini.

Gambar sampul: Wanita Maasai bernyanyi, Kenya. (© Marc Samsom/Flickr Creative Commons)

Posted By : togel hongkonģ